MUBALIGH HIJRAH INTERNASIONAL
Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta sejak awal berdirinya memang mempersiapkan lulusannya untuk menjadi Da'i dan Mubaligh yang siap diterjunkan di masyarakat. setiap tahun Muallimin selalu mengirimkan santrinya untuk praktek dakwah lapangan dengan dikirim ke berbagai daerah di Nusantara. Santri Muallimin ditugaskan selama 20 hari bulan Ramadhan untuk bisa berbaur dengan masyarakat tempat dimana mereka ditempatkan dan berdakwah kepada masyarakat sekitar. setiap tahunnya permintaan mubaligh kepada Muallimin pun terus bertambah. Bahkan seringkali jumlah santri kita belum menutup jumlah permintaan masyarakat yang mengajukan.
memasuki tahun ke 97, Muallimin mulai melebarkan sayap dakwahnya hingga ke luar negeri. Dimulai dari 3 tahun yang lalu dimana langkah dakwah internasional dimulai merambah ke negeri jiran dimana para mubaligh bahkan pendamping belum mengetahui latarbelakang masyarakat dan belum memiliki pengalaman mubaligh hijrah di negeri orang.
Mubaligh Hijrah Internasional (MHI) angkatan pertama tahun 1437H berjumlah 15 orang. Mereka dipilih oleh Muallimin untuk mewakili 1200 santri sebagai duta muallimin di negeri orang sekaligus menjadi permulaan dilangsungkannya kegiatan MHI. Mereka disebar ke 7 Negeri (red : Provinsi) dengan karakter masyarakat yang berbeda antar satu negeri dengan negeri lainnya. mereka dalam misi dakwahnya, dibekali dengan metode terjemah qur,an yang berkonsentrasi kepada penggunaan harfun dalam Alquran. Oleh karena itu, metode ini diberi nama "metode Harfun".
Saya saat itu termasuk sebagai salah satu yang dikirim untuk menjadi mubaligh di negeri jiran. Saya ditempatkan di daerah Sepang dekat dengan sirkuit balap F1. Saya ditugaskan untuk berbaur dengan siswa di sekolah tahfizh Khalifa School. selain berbaur dan mengikuti kegiatan yang diadakan, tugas saya saat itu juga menjadi perantara antara Khalifa School dengan Madrasah Muallimin Muhammadiyah dimana pada tahun berikutnya antar kedua lembaga tersebut membuat MoU agar terjalin kerjasama antar kedua lembaga tersebut.
Pada MHI angkatan kedua, Muallimin mulai memperlebar lagi kawasan dakwahnya hingga ke negeri gajah putih yaitu Thailand. sebagian tetap ditugaskan di Malaysia untuk melanjutkan dakwah seperti tahun sebelumnya. dan sebagian yang ditugaskan di Thailand memiliki misi untuk membuka lahan dakwah. saya menyebutnya dengan "Babat Alas".
Pada MHI angkatan ketiga yaitu tahun ini 1439 H ,Muallimin melakukan perluasan kembali kawasan dakwahnya sampai ke negeri neraka dunia yaitu kamboja. pada angkatan ketiga ini saya kembali ditugaskan meski dengan tugas yang berbeda, yaitu menjadi pendamping dan kepala rombongan. dengan keterbatasan cara berkomukasi serta pengetahuan masyarakat, kami menyebut tim ini yang di tugaskan di Kamboja dengan sebutan "Babat Alas Squad" yang beranggotakan enam mubaligh dan satu pendamping.
dari sekian banyak mubaligh yang dikirim ke beberapa negara, akhirnya mereka kembali ke indonesia dengan keaadan yang membanggakan dan berbuah hasil. Seperti adanya perjanjian Mou antara Muallimin dengan lembaga disana, Atau kerjasama Muhammadiyah dengan NGO di negara tersebut.

Komentar
Posting Komentar